While tensions had simmered for years—with smaller outbreaks of violence in 1996 and 1999—the full-scale "war" erupted in on February 18, 2001.
Sampit adalah sebuah kota kecil di Kalimantan Tengah yang memiliki sumber daya alam yang kaya, terutama kayu dan minyak sawit. Kota ini merupakan daerah transmigrasi yang banyak dihuni oleh masyarakat dari berbagai suku, termasuk suku Dayak dan Madura. perang dayak dan madura
Konflik antara suku Dayak dan Madura di Sampit menyebabkan banyak korban jiwa dan kerusakan material. Menurut laporan resmi, sebanyak 38 orang tewas, 114 orang luka-luka, dan ribuan orang terpaksa mengungsi. Konflik antara suku Dayak dan Madura di Sampit
saw an alliance of Dayak and Malay people against the Madurese, leading to approximately 3,000 deaths. February 18, 2001: Sampit Conflict February 18, 2001: Sampit Conflict : Ketegangan sudah
: Ketegangan sudah terjadi bertahun-tahun sebelumnya (sejak 1933) karena perbedaan budaya, persaingan ekonomi, dan kecemburuan sosial terkait program transmigrasi.