Orang-orang kampung mulai berbisik: tidak sekadar tentang kepang dua yang lucu, tetapi tentang gadis kecil yang mampu menenun mimpi menjadi harapan. Tobrut tumbuh menjadi penjaga Dream tanpa pernah meninggalkan dunia nyata. Dunia dan mimpi saling menguatkan karena ada seorang yang berani menahan kedua ujungnya—dengan dua kepang sederhana, dua tangan kecil, dan hati yang amat besar.