Sebagai film aksi era 80-an, daya tarik utama film ini terletak pada:

Subur’s son, Marta (Leo Chandra), discovers his father's abandoned car and finds a photo of Yeni inside. With the help of the police, he launches an investigation that leads to the discovery of his father's body.

: Sesuai dengan gaya penceritaannya, seringkali terdapat pesan atau "wasiat" lama yang menjadi kunci untuk menghentikan teror di Bukit Hantu.

Keunikan dari pengejaran hantu di lokasi ini adalah fenomena menggandeng . Banyak korban yang selamat bercerita bahwa mereka merasa ada yang menggendong atau menggandeng mereka saat sedang menaiki motor.

Tak lama kemudian, Subur didatangi oleh dua pria suruhan yang merampok dan menculiknya. Mobil yang ditinggalkan tersebut secara tidak sengaja ditemukan oleh anak Subur, (Leo Chandra), yang menemukan foto Yeni di dalamnya. Penyelidikan pun dimulai bersama polisi, namun Subur akhirnya ditemukan sudah tidak bernyawa. Konflik dan Pengejaran